Cara Mengobati Luka Lepuh Pada Area Mulut & Kuku Akibat PMK

Penyakit Mulut Dan Kuku atau yang biasa disebut PMK yang menyerang hewan berkuku belah contohnya sapi. Nama lain dari penyakit ini adalah Foot and Mouth Disease (FMD). Morbiditas (angka kesakitan) penyakit ini mencapai 100% dan angka kematian (mortalitas) 1-5%. Kerugian ekonomi ini terjadi secara langsung pada sistem produksi peternakan seperti terjadinya penurunan produksi susu, infertilitas, aborsi, kematian penurunan produktifitas kerja dan penurunan berat badan, maupun kerugian akibat program pengendalian dan penanggulangan khususnya tindakan pemberantasan dan hilangnya kesempatan ekspor dan pengaruh bagi industri pariwisata.

Gejala yang nampak pada penyakit ini yakni adanya hipersalivasi dan kepincangan. Pembengkakan pada kelenjar submandibular yang tampak sangat jelas. Selain itu tampak gejala kelesuan dan menurunnya nafsu makan. Terdapat lesi berupa vesikel/ lepuh atau erosi pada daerah mulut (lidah, gusi, langit-langit dan selaput lendir pipi) dan teracak kaki di sepanjang lingkaran kuku (coronary band). Akibat vesikel ini sapi kadang menunjukkan rasa sakit dengan kepincangan dan malas berdiri, sehingga sapi yang terinfeksi lebih sering terlihat berbaring.

Pada awalnya lepuh didaerah mulut berukuran kecil berwarna putih dan berisi cairan, tetapi kemudian berkembang sangat cepat sampai mencapai ukuran (diameter) sekitar 3 cm. Vesikel-vesikel ini kemudian akan bergabung menjadi satu sehingga membentuk lepuh yang cukup besar. Lepuh ini biasanya akan pecah dan sel epithel terkelupas meninggalkan bekas berupa tukak/ erosi dengan dasar merah. Pada lidah lesi akibat pecahnya lepuh ini akan terlihat dalam jangka waktu cukup lama, sampai sekitar satu bulan. Selain di mulut dan tercak kaki vesikel juga dapat ditemukan di puting dan ambing.

Masyarakat ataupun tenaga medis biasanya menggunakan antiseptik untuk perawatan luka. Salah satu zat yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perawatan luka adalah Povidone Iodine 10%. Povidone-iodine adalah agen antiseptik topikal yang digunakan secara luas untuk pengobatan dan pencegahan infeksi pada luka. Cara kerja Povidone-iodine dengan menghambat mekanisme dan struktur seluler mikroorganisme yang vital, dan mengoksidasi nukleotida, lemak atau asam amino dalam membran sel bakteri serta mengganggu fungsi enzim sitosol yang terlibat dalam rantai pernapasan, menyebabkan mikroorganisme terdenaturasi dan dinonaktifkan.

Salah satu produk CTSI yang mengandung Povidone Iodine 10% adalah Cetadest Iodine yang dapat mengobati luka akibat penyakit PMK; membasmi mikroorganisme yang ada di kandang, tempat pakan, tempat minum, tempat penetasan, dan peralatan; membasmi virus dan kuman penyebab PMK, mencegah mastitis pada sapi perah, mencegah penyebaran penyakit dengan menyemprot dan menyucihamakan peralatan kandang.

Cetadest-IODINE

 

Sumber :

Medscape.com. 2022. Povidone Iodine (OTC). Terdapat di : https://reference.medscape.com/drug/betadine-povidone-iodine-343511#10

[Diakses pada Agustus 23, 2022].

Drugbank. 2022. Povidone-iodine. Terdapat di : https://go.drugbank.com/drugs/DB06812 [Diakses pada Agustus 23, 2022].

Kementrian Pertanian. 2022. Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia Seri Penyakit Mulut Dan Kuku (Kiat Vetindo PMK). Direktorat Kesehatan Hewan.

Padly Ilham. 2022. Penyakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak. Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Bangka Barat.

Comments are disabled.